Segala sesuatu yang kekurangan dan berlebihan itu tidak baik, yups bener banget contohnya saja ketika kita makan kebanyakan pasti perut menjadi sakit begitu juga ketika kurang makan juga perut sakit, yang baik yaitu yang sedang-sedang saja alias cukup. Nah begitu juga ketika hujan terus mengguyur bumi tercinta kita ini di bulan akhir tahun 2011 sampai sekarang ini. Sebenarnya hujan itu anugerah atau musibah ? Ketika hujan terus mengguyur sehingga menyebabkan kebanjiran, menyebabkan petani gagal panen, mendatangkan banyak virus-virus penyakit seperti flu dan batuk, bagi yang daya tahan tubuhnya lemah siap-siap saja ketika virus ini datang.
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 Januari 2012
Kamis, 10 November 2011
Musim Penghujan Telah Tiba
Pegawai atau Berwirausaha Sendiri?
Banyak lulusan sarjana ketika ditanya tentang mau kerja dimana? pasti jawabannya kebanyakan pengen jadi pegawai negri ato kalau enggak kerja jadi karyawan. Tidak banyak yang bilang ingin kerja berwirausaha sendiri, menciptakan lapangan kerja sendiri. Seharusnya para lulusan sarjana bisa menciptakan lapangan kerja bukan malah sebaliknya. Namun kenyataannya tidak seperti membalikan tangan. Memang tidak mudah untuk bisa berwirausaha sendiri karena membutuhkan yang pertama keberanian, berani mengambil resiko yang ada, keahlian/ketrampilan, keuletan, tidak mudah putus asa dan modal.
Selasa, 04 Oktober 2011
Jalan Rusak
Sekarang ini banyak sekali jalan-jalan yang rusak parah dan tidak diperhatikan dengan baik. Pemerintah daerah sepertinya cuek dengan masalah ini. Padahal ini adalah tanggung jawab pemerintah dalam pembangunan khususnya jalan. Walaupun sudah diperbaiki tapi baru beberapa bulan saja sudah rusak lagi, itu karena proyek pengerjaannya kurang optimal dan baik. Proses pengerjaannya hanya sekedarnya saja, tidak mengerjakannya dengan baik. Proyek yang pengerjaannya hanya ala kadarnya ini, membuat keuntungan bagi para pekerja proyek karena otomatis mereka akan cepat mendapatkan proyek kerja kembali kalau jalannya sudah rusak kembali. Selain itu hanya beberpa lokasi daerah saja yang jalannya diperbaiki dengan ala kadarnya saja, tapi masih banyak daerah yang jalannya tidak pernah mendapat perhatian untuk perbaikan.
Musim Kemarau
Tahun 2011 ini musimnya tidak bisa diperkirakan, kadang hujan dan kadang pula panas. Akibatnya membuat para petani kebingungan dalam menanam tanaman di ladangnya, selain itu para petani sering mengalami hasil panen yang buruk bahkan gagal dalam memanen. Keadaan tersebut membuat para petani resah, karena dari hasil pertanianlah mereka bisa makan dan mencukupi kebutuhan hidup lainnya.
Senin, 18 Juli 2011
Budayakan Membaca
Ngomong-ngomong
tentang perpustakaan pasti jawabannya adalah tempat membaca. Yups
bener banget, membaca adalah jendela dunia, katanya sih gitu
hehehhe…. emang benar pepatah tersebut dan perpustakaan adalah
gudangnya buku. Banyak buku bacaan seperti buku referensi, majalah,
Koran, tabloid, buku paket dll. Selain perpustakaan, kita juga bisa
mendapatkan informasi di internet. Ditambah perkembangan zaman yang
begitu cepat dibarengi dengan perkembangan teknologi yang begitu
pesat dan selalu terkini, menjadikan internet semakin dikenal oleh
masyarakat luas. Dunia bagai digenggaman tangan kita ketika
berselancar dengan internet. Berbagai informasi tersedia di internet,
sehingga memudahkan kita dalam mencari informasi yang kita inginkan.
Ketika kita browsing di internet pasti otomatis meskipun sedikit
pasti kita akan membaca untuk mengetahui infromasi tersebut. Disini
saya mengajak kepada semuanya untuk membudayakan membaca.
Label:
belajar,
bodoh,
buku,
dunia,
internet,
jendela dunia,
kebiasaan,
koran,
majalah,
masyarakat,
membaca,
negara maju,
perpustakaan,
pintar,
Sosial,
tabloid,
Teknologi Informasi
Lindungi Hutan Kita (Go Green)
Label:
banjir,
bumi,
cuaca,
dampak,
gagal,
global warming,
go green,
hasil panen,
hujan,
hutan,
kemarau,
lestarikan,
lingkungan,
panas,
penyakit,
ramah,
Sosial
Sabtu, 21 Mei 2011
Desa vs Kota
Kalau dilihat dari judulnya kayak ada pertandingan saja ya antara desa melawan kota hehehhe. Tapi disini saya akan membahas tentang perbedaan antara kehidupan di kota dengan di desa. Begitu berlawanan sekali antara kehidupan di kota dengan di desa, sangat jauh sekali perbedaannya. Perbedaan dimulai dalam berinteraksi dalam sosial, kebiasaan sehari-hari dan cara berpikirnya.
Kehidupan di kota sangat keras, di kota waktu begitu penting sekali karena waktu adalah uang (time is money) menurut peribahasa. Tanpa punya keahlian dan ketrampilan yang ada, mungkin akan sulit untuk hidup di kota. Masyarat di kota cenderung individualisme, sifat kemajemukannya / kebersamaannya kurang. Meskipun sifat sosialnya kurang tapi kehidupan orang di kota yang baik yaitu pekerja keras dan mandiri. Mereka berusaha seefisien dan seefektif mungkin menggunakan waktu untuk bisa menghasilkan uang. Tiap detik bagi mereka sangat berharga, mungkin itu semua karena kebutuhan untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Jadi mau tidak mau mereka harus bekerja untuk menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dapat makan darimana kalau mereka tidak bekerja, demi sesuap nasi apapun akan dilakukan, meskipun dengan cara yang halal dan haram. Tapi enaknya kalau hidup di kota, segala kemudahan bisa didapatkan dengan mudah. Segala impian dan cita-cita bisa digapai di kota. Intinya kalau ingin enak hidup di kota yaitu harus punya uang itu yang paling utama, yang kedua harus punya ketrampilan dan keahlian dan yang terakhir harus pintar-pintarnya kita bisa hidup di kota.
Kehidupan di kota sangat keras, di kota waktu begitu penting sekali karena waktu adalah uang (time is money) menurut peribahasa. Tanpa punya keahlian dan ketrampilan yang ada, mungkin akan sulit untuk hidup di kota. Masyarat di kota cenderung individualisme, sifat kemajemukannya / kebersamaannya kurang. Meskipun sifat sosialnya kurang tapi kehidupan orang di kota yang baik yaitu pekerja keras dan mandiri. Mereka berusaha seefisien dan seefektif mungkin menggunakan waktu untuk bisa menghasilkan uang. Tiap detik bagi mereka sangat berharga, mungkin itu semua karena kebutuhan untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Jadi mau tidak mau mereka harus bekerja untuk menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dapat makan darimana kalau mereka tidak bekerja, demi sesuap nasi apapun akan dilakukan, meskipun dengan cara yang halal dan haram. Tapi enaknya kalau hidup di kota, segala kemudahan bisa didapatkan dengan mudah. Segala impian dan cita-cita bisa digapai di kota. Intinya kalau ingin enak hidup di kota yaitu harus punya uang itu yang paling utama, yang kedua harus punya ketrampilan dan keahlian dan yang terakhir harus pintar-pintarnya kita bisa hidup di kota.
Label:
arsitektur terdistribusi,
artikel,
cara pandang,
ciri-ciri,
ekonomi,
kebiasaan,
kehidupan,
masyarakat,
negatif,
penduduk,
perbedaan desa dengan kota,
positif,
Sosial
Contoh Perubahan Proses Bisnis/Sosial Akibat Teknologi Yang “Melunturkan” Nilai- Nilai Sosial
Pada zaman sekarang ini yang mana semuanya serba canggih sehingga memudahkan kita semua untuk melakukan segala hal. Itu semuanya berkat adanya teknologi yang semakin lama semakin berkembang dan maju, disamping memudahkan dalam melakukan segala hal, tapi disamping itu pula berdampak negative yang dapat melunturkan nilai-nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Contoh dari dampak yang dapat melunturkan nilai-nilai sosial dalam masyarakat khususnya nilai etika tradisional adalah pada dunia kehidupan anak-anak pada zaman sekarang. Anak-anak zaman sekarang dalam melakukan aktifitas, lebih menyukai kegiatan bermain menggunakan teknologi seperti PS (Play Station), HP, layanan internet, dan permainan lainnya yang serba menggunakan mesin dan teknologi. TV juga juga bagian dari sarana teknologi berupa audio visual, sekarang ini dengan adanya TV membuat orang jadi sering didalam rumah dan jarang melakukan aktifitas diluar rumah khususnya bagi anak-anak yang sekarang ini setiap waktu selalu fokus memantengi TV. TV merupakan sarana media yang bisa memberikan hiburan, informasi tapi juga sebagai media belajar. Perlu adanya bimbingan, pantauan dari orang tua terhadap anak-anaknya ketika menyaksikan acara di TV sehingga anak-anak bisa menyaksikan dan meniru mana yang pantas buat mereka. Permainan serba teknologi juga bisa memberikan dampak seperti sifat individualisme dan kurangnya interaksi dan kepedulian dilingkungan luar sehingga kurangnya rasa kebersamaan terhadap orang lain. Beda sekali pada zaman dahulu, anak-anak lebih menyukai aktifitas diluar rumah dan lebih senang bermain bersama teman-temannya. Saya masih ingat sekali dulu pas waktu masih kecil saya senang sekali melakukan aktifitas bermain bersama teman-teman seperti permainan petak umpet, benteng-bentengan, bermain gundu, suda manda, enggrang dan permainan lainnya. Keceriaan, kehangatan dan kebersamaan yang dirasakan begitu sangat terasa saat bermain bersama teman. Permainan pada zaman dahulu juga bisa memberikan suatu nilai-nilai dalam membentuk pribadi dalam bekerjasama dan bisa menumbuhkan rasa kebersamaan antar lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)


